Upaya Meningkatkan Sistem Keselamatan Kebakaran Bangunan Gedung di Provinsi DKI Jakarta

Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan terhadap bahaya kebakaran, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta menggelar Seminar Peningkatan Sistem Keselamatan Kebakaran Gedung.

Selasa, 12 September 2023 — Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan terhadap bahaya kebakaran, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta menggelar Seminar Peningkatan Sistem Keselamatan Kebakaran Gedung. Seminar tersebut bertempat di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Kel. Menteng Dalam, Kec. Tebet, Jakarta Selatan.

Dalam kegiatan tersebut menghadirkan, Pengurus Bidang V Kementerian PUPR RI, Manlian Ronald A. Simanjuntak, Masyarakat Profesi Keselamatan Kebakaran Indonesia (MPK2I), Moh. Fahmi Najami, Lembaga Sertifikasi Profesi Proteksi Kebakaran (LSP-PK), Unggul Wahyudono, serta Ketua Umum DPN Indonesian Fire Safety Managers' Association (IFSMA), Jimmy Mohamad Pelengkahu sebagai narasumber. Adapun peserta yang hadir dalam seminar ini merupakan para pengelola gedung pemerintahan dan nonpemerintahan (swasta) di wilayah DKI Jakarta. Seminar tersebut merupakan salah satu tindak lanjut dari Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran, Peraturan Gubernur Nomor 143 Tahun 2016 tentang Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) dan Manajemen Keselamatan Kebakaran Lingkungan (MKKL), serta Instruksi Gubernur Nomor 48 Tahun 2021 tentang Peningkatan Sistem Keselamatan Kebakaran pada gedung milik pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. tersebut penuh dengan disuksi hangat dan tanya jawab.

Budi Haryono, selaku Kepala Bidang Pencegahan Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dalam acara seminar ini. Kehadiran dari peserta menunjukan bahwa, pemerintah maupun swasta masih sangat peduli terhadap keselamatan kebakaran. Selain itu, Ia juga menyampaikan betapa pentingnya sistem keselamatan kebakaran (fire safety management) di tiap bangunan dan gedung. “Sebab sistem keselamatan kebakaran bukan hanya alatnya saja, tapi juga sumber daya manusianya harus mampu menjalankan sistem tersebut,” ungkap Budi Haryono, Senin, (12/09). 

Senada dengan Budi, Manlian Ronald .A. Simanjuntak, Pengurus V Kementerian PUPR RI, menekankan pentingnya fire safety management. Dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, disebutkan bahwa diharuskan setiap bangunan gedung memiliki fire safety management yang di dalamnya terdapat proteksi aktif, pasif, dan petir. “Mari kita dorong hal ini, sebab urusan kebakaran gedung dapat berdampak ke lingkungan sekitarnya. Untuk itu, sangat diperlukan Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISKP) di wilayah DKI Jakarta,” ujar Manlian. 

Selanjutnya, Moh. Fahmi Najami, Ketua Umum Masyarakat Profesi Keselamaran Kebakaran Indonesia (MPK2I) juga mengatakan bahwa kegagalan sistem proteksi kebakaran paling banyak disebabkan oleh kelalaian manusia. Ia melanjutkan, kebanyakan disebabkan oleh sistem proteksi kebakaran yang tidak berfungsi/mati/dimatikan, intervensi orang, perbaikan, dan sistem yang dipasang tidak sesuai dengan ketentuan. “Terdapat 93% disebabkan oleh kelalaian manusia, sisanya 7% disebabkan oleh kerusakan sistem komponen,” ungkapnya.

Kepala Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta, Satriadi Gunawan dalam kesempatan itu juga secara resmi membuka pendaftaran kompetisi Jakarta Fire Safety Challenge (JFSC) yang ditandai dengan pemukulan gong. JFSC merupakan lomba keterampilan dan ketahanan fisik yang disimulasikan dengan beberapa kegiatan operasional dan halang rintang yang dapat diikuti oleh manajemen keselamatan kebakaran (Jakarta Fire Safety Manager), petugas tanggap darurat bangunan gedung, serta relawan kebakaran (REDKAR). Kegiatan JFSC diagendakan akan terselenggara 6–9 November 2023 dengan mengusung tema "New Heights Breaking New Performance" Fire Safety Management for Fire Safety Performance”. Satriadi berharap melalui kegiatan JFSC, para pengelola gedung dapat mengetahui kemampuan yang dimiliki tiap-tiap peserta. “Selain itu, ini juga sebagai upaya meningkatkan kemampuan yang dimiliki pemilik gedung terkait sistem keselamatan kebakaran,” tutur Satriadi.

 

Hubungan Masyarakat

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Laman: pemadam.jakarta.go.id

Twitter: twitter.com/humasjakfire

Instagram: instagram.com/humasjakfire

Facebook: facebook.com/pemadamjkt

Youtube: Pemadam Jakarta